Kamis, 05 November 2009

Awan Energi Antar Bintang


Sejak tahun 2003 Matahari lebih bergejolak badainya dibandingkan dengan 10-20 tahun terakhir. Jaman es terakhir mencair sejak 11.000 tahun yang lalu. Dan masa kini pencairan es di kutub-kutub Bumi menunjukkan peningkatan yang signifikan semenjak pemanasan global terjadi. Badai di permukaan Matahari berkaitan dengan badai yang terjadi di Bumi. Kutub-kutub Bumi dimana magnetisme Bumi sebagai perlindungan terhadap radiasi kosmis akan mengalami pergantian posisi, pada saat itu perlindungan akan sirna dan Bumi menjadi terancam. Para ahli Rusia berpendapat bahwa tata surya kita telah memasuki awan energi antar bintang. Awan itu merusak keseimbangan atmosfir Matahari dan planet-planetnya. Pada waktu itu akan banyak sekali gejolak badai di permukaan Matahari maupun di dalam atmosfir Bumi. Awan energi tersebut akan mempengaruhi medan magnet Bumi maupun gravitasi Bumi. Jika energi gravitasi Bumi terganggu maka aktivitas vulkanis juga akan terganggu. Super Volcano Toba di Sumatra pernah meledak sekitar 75.000 tahun yang lalu. Ledakan itu begitu kuatnya sehingga banyak material dan debu terlempar ke udara, kemudian di terbangkan angin dan bisa menghalangi sinar Matahari sehingga akan banyak tanaman yang mati. Ledakan itu juga bisa menimbulkan gempa vulkanis yang kuat. Super Volcano Yellowstone sudah pernah meledak semenjak 500.000 tahun yang lalu.

Senin, 31 Agustus 2009

Armageddon Cloud


Dalam kehidupan manusia di Bumi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Manusia harus bisa menyesuaikan dirinya dengan alam lingkungannya, bila alam ini terlalu ekstrim kondisinya hal ini bisa mengganggu harmonisnya hubungan manusia dengan alam. Misalnya dalam kondisi global warming seperti saat ini, dimana diprediksikan Bumi akan semakin panas sehingga akan banyak sekali penguapan dan mencairnya es di kutub. Penguapan air tersebut bisa menimbulkan sejenis awan yang ekstrim, yaitu sejenis awan yang disebut awan armageddon. Kondisi tersebut bisa menurunkan daya tahan tubuh manusia. Karena pada kondisi seperti itu virus dan jamur serta bakteri akan berlipat ganda dalam perkembangbiakannya.
Armageddon Cloud bisa juga terjadi karena adanya asteroid atau komet yang menghantam permukaan daratan planet Bumi yang menimbulkan bekas impact yang dalam sehingga debu-debu beterbangan menjadi awan yang menutupi sebagian permukaan Bumi sehingga mengganggu sinar Matahari. Awan debu tersebut diterbangkan oleh angin dengan kecepatan 800 km/jam, suhu udara meningkat dan membuat tumbuhan mati kekeringan. Bakteri dan virus tumbuh dengan pesat yang dapat mengganggu kehidupan manusia. Peristiwa itu bisa menjadi penyebab mutasi genetika pada manusia apabila manusia manusia masih bisa bertahan hidup dalam kondisi seperti ini. Asteroid dengan diamaeter 2 km dapat menghancurkan wilayah dalam radius 320 km.

Minggu, 22 Februari 2009

Perang Yang Bisa Terjadi Di Tahun Mendatang


Yang namanya manusia hidup di Bumi ini pasti sarat dengan berbagai kepentingan. Diantara diantara banyak kepentingan suatu bangsa di Bumi ini adalah tersedianya kecukupan air yang melimpah untuk mempertahankan kehidupan. Seperti analisa banyak ahli, air bersih di muka Bumi ini sudah banyak berkurang. Bumi sudah mulai kekurangan air bersih untuk kehidupan manusia. Bagi negara-negara maju yang tentunya sudah mempunyai teknologi untuk membuat air bersih, masalah tersebut bisa sedikit teratasi. Tapi bagi negara-negara kelas III, teknologi tersebut masih sangat mahal harganya. Sehingga dalam usaha mencari air demi mempertahankan hidup, mereka bisa saja berperang untuk memperebutkan sumberdaya air alami yang sudah sangat langka. Tengok saja sumber air Cokro Tulung yang berada di Klaten debit airnya sudah sangat berkurang dari tahun ke tahun. Diantara nya disebabkan adanya penggundulan hutan di gunung Merapi. Nah barangkali akan ada usaha peperangan antar bangsa di Bumi ini untuk memperebutkan air.