
Sejak tahun 2003 Matahari lebih bergejolak badainya dibandingkan dengan 10-20 tahun terakhir. Jaman es terakhir mencair sejak 11.000 tahun yang lalu. Dan masa kini pencairan es di kutub-kutub Bumi menunjukkan peningkatan yang signifikan semenjak pemanasan global terjadi. Badai di permukaan Matahari berkaitan dengan badai yang terjadi di Bumi. Kutub-kutub Bumi dimana magnetisme Bumi sebagai perlindungan terhadap radiasi kosmis akan mengalami pergantian posisi, pada saat itu perlindungan akan sirna dan Bumi menjadi terancam. Para ahli Rusia berpendapat bahwa tata surya kita telah memasuki awan energi antar bintang. Awan itu merusak keseimbangan atmosfir Matahari dan planet-planetnya. Pada waktu itu akan banyak sekali gejolak badai di permukaan Matahari maupun di dalam atmosfir Bumi. Awan energi tersebut akan mempengaruhi medan magnet Bumi maupun gravitasi Bumi. Jika energi gravitasi Bumi terganggu maka aktivitas vulkanis juga akan terganggu. Super Volcano Toba di Sumatra pernah meledak sekitar 75.000 tahun yang lalu. Ledakan itu begitu kuatnya sehingga banyak material dan debu terlempar ke udara, kemudian di terbangkan angin dan bisa menghalangi sinar Matahari sehingga akan banyak tanaman yang mati. Ledakan itu juga bisa menimbulkan gempa vulkanis yang kuat. Super Volcano Yellowstone sudah pernah meledak semenjak 500.000 tahun yang lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar